Langsung ke konten utama

Seberapa Berani Anda Membuat Cita-cita Akan Setara dengan Seberapa Besar Anda Percaya Tuhan Yang Maha Segalanya

Judul yang saya bikin sengaja LUMAYAN BOOMBASTIS..
"Seberapa Berani Anda Membuat Cita-cita Akan Setara dengan Seberapa Besar Anda Percaya Tuhan Yang Maha Segalanya"

Ini sekedar pendapat PRIBADI dan silahkan kalau Anda mempunyai pendapat yang berbeda.

Kenapa kalau "Seberapa Berani Anda Membuat Cita-cita Akan Setara dengan Seberapa Besar Anda Percaya Tuhan Yang Maha Segalanya"??

Ceritanya begini.. Pernah suatu hari sambang ke KEDAI milik seorang teman. Entah karena dia dengar cerita USAHA yang saya jalani atau dapat kabar dari orang, dia membuka percakapan dengan sebuah pertanyaan....

"Bagi-bagi bisnise ya kena oh bos??", katanya (red: bagi-bagi bisnisnya dong bos??)

"Bos bos... Bos apa sih", kataku

Biar enak saya lanjutkan pakai bahasa Indonesia saja, jadi sudah translatenya, hehehe....

"Katanya bisnisan ente SUKSES??", tanya dia

"Bisnis yang mana toh??, lihat sendiri aku dari dulu juga kaya gini mulu, hehehe...", kataku

"Halah... kemarin saja korban sapi dua, berarti kan banyak duwit..??", katanya

"wkwkwk... kalau itu bukan masalah banayk atau tidak duwitnya bos...??, tiap orang punya cara pandang beda-beda.", kataku

"ya paling tidak bagi-bagi rahasianya lah...", kata dia sambil tersenyum.

"Gini saja deh,kan pingin punya duwit banyak, usaha juga ada, aku kasih TANTANGAN mau nda??" aku pun bertanya.

"Tantangan apa bos?", kata dia bertanya

"Gini, aku kasih tantangan untuk ngumpulin 100 juta dalam 1 tahun. Jadikan ini sebagai tantangan juga sebagai cita-cita dalam 1 tahun ini. Jadi pada tanngal sekarang di tahun berikutnya HARUS ADA 100 JUTA DI TABUNGAN ente. SIap..??", kataku

"Waduh... 100 juta ya... Apa bisa..??", kata dia

"Percaya Allah kan?? Percaya DIA Maha Segalanya kan?? Apa duwit 100 juta buat Allah BANYAK?? atau sebenarnya ente SANGSI sama DIA Yang Maha Segalanya??", kataku.

Dia garuk-garuk kepala, "Ya iya sih... Tapi...?", katanya

"Tapi kenapa?? MUSTAHIL..?? APa yang Mustahil bagi ALLAH..??", kataku. "Allah sudah janji, hai para manusia... BERDOALAH NISCAYA AKU KASIH. Tidak percaya janji Allah..??"

Dia bengong.... dan... setelah 1 tahun... Dia bilang, "Kayaknya tidak bisa bos 100 juta nya".....

Pertanyaannya... Bernarkah kita benar-benar telah BERIMAN SECAR PENUH pada ALLAH Yang Maha Segalanya...?? Kenapa Tidak Percaya dengan MIMPI yang cuma seberapa, bahkan seisi dunia ini pun kata Allah cuma semisal DEBU di PADANG PASIR, tidak sebanding.... Mustahilkah cita-cita kita bagi Allah...??

Note: Toton Vidio Terkait Pentingnya MIMPI dalam Kehidupan berikut ini,

--------oOo--------

Posted by:

Rudi Riyanto, MSc.
Call/ Whatsapp: 081280824070, 085779721597

My Business Website:

My Online Shop:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Self Reading 1

Self Reading : Semua cuma TITIPAN, bahkan NYAWA atau HIDUPMU pun cuma sebuah titipan, Jadi... Bijaklah menjadi ORANG YANG DITITIPI (Rudi Riyanto)

Waspada Bahan Berbahaya di Makanan Anda

Persaingan di dunia industri khususnya indutri makanan dan minuman memang tidak pernah ada habisnya. Para produsen makanan berlomba – lomba melakukan inovasi – inovasi pada produk makanan meraka agar produk yang ia produksi bisa laris dipasaran dan tentunya bisa menarik perhatian para konsumen sehingga para produsen bisa meraih keuntungan yang besar. Akan tetapi banyak para produsen yang curang, demi memperoleh ke untungan yang sebesar-besarnya, mereka rela melakukan apapun terhadap produk yang ia produksi. Salah satunya dengan menambahkan pengawet makanan dan minuman yang bisa membuat produk mereka lebih tahan lama selain itu juga mereka menambahkan zat – zat kimia lain yang juga berbahaya bagi kesehatan. Sebenarnya menambahkan pengawet pada makanan atau minuman adalah hal yang wajar jika menggunakan pengawet yang memang di peruntukan untuk makanan sesuai yang di izinkan oleh BPOM. Akan tetapi ada beberapa produsen yang melanggar peraturan dengan menambahkan pengawet yang s...

Self Reading 3: Kado Ulang Tahun dari Fira

Self Reading : “Ibu…!!!”, suara teriakan Fira membuat panik seisi rumah keluarga Pak Danu. Pak Danu dan Ibu Danu bergegas ke kamar anaknya khawatir terjadi sesuatu dengan anak mereka, “Ada apa nak?”, tanya Ibu Danu dengan nada cemas sesampai di kamar Fira. “Iya, ada apa sih sampai teriak keras begitu?”, sambung Pak Danu. “Kado ulang tahun Ayah yang Fira taruh di kamar dimana? Kado itu kan sudah Fira siapkan tinggal dibungkus kertas kado, tadi pagi sebelum berangkat Fira taruh di atas kasur, tapi sekarang hilang. Ah.. mana sih!!”, kata Fira kesal. “Walah... Ayah kira apaan, kalau kado kan tinggal beli lagi kalau hilang. Coba cari dulu, siapa tahu terselip”, ucap Pak Danu coba menenangkan anaknya. “Sudah..., Fira sudah cari-cari tapi tidak ketemu. Bu...?”, kata Fira mau menangis. “Ya sudah, kalau hilang Fira beli lagi aja, kan acara ulang tahun Ayah masih besok malam”, kata Bu Danu coba menenangkan sambil mengelus-elus rambut anaknya dengan sabar. “Iya, kan masih sempa...