Langsung ke konten utama

Tawaran Buat Mahasiswa: Penelitian Desain dan Pengembangan Kit Uji Cepat Pestisida pada Produk Perikanan

Ikan, merupakan pangan yang mudah rusak (perishable). Ikan yang dibiarkan mati setelah penangkapan, akan cepat mengalami pembusukan bahkan lebih cepat daripada bahan pangan yang lain. Pembusukan tersebut dapat terjadi secara enzimatis, kimia atau kegiatan mikroba. Seperempat bahan pangan didunia dan 30% produk perikanan rusak akibat pembusukan oleh mikroba.

Pengolahan ikan secara tradisional mempunyai peranan sangat penting  karena sebagian besar ikan yang dihasilkan di Indonesia diolah secara tradisional. Salah satu sifat dari produk olahan ikan tradisional yang beredar di pasaran adalah tingkatan mutunya sangat beragam dan pada umumnya relatif rendah.  Hal ini disebabkan karena beragamnya mutu bahan baku yang digunakan dan kurangnya pengendalian terhadap faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran mutu selama penanganan bahan baku, pengolahan bahan baku menjadi produk, pengemasan, penyimpanan dan distribusi produk.

Entah karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan, terkadang beberapa pengolah produk perikanan menggunakan pestisida dalam proses produksi ikan olahan yang mereka buat. Salah satu produk ikan olahan yang seringkali terdeteksi menggunakan pestisida adalah produk ikan kering (seperti jambal roti) dengan tujuan untuk menghindari serangga lalat yang sering merusak produk mereka atau untuk tujuan biar lebih tahan lama. Jenis pestisida yang secara ilegal kadang-kadang digunakan pada pengolahan ikan kering di Indonesia adalah baygon (insektisida). Insektisida ini digunakan untuk membunuh lalat yang mengerumuni ikan asin pada saat dijemur, terutama saat cuaca mendung. Menurut Fardiaz (1995), baygon termasuk ke dalam kelompok insektisida karbamat dan bersifat racun terhadap hewan maupun manusia.

Pada tahun 2015, penelitian di Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk Kelautan dan Perikanan/ BBP4BKP) salah satunya akan melakukan penelitian tentang pencarian dan pembuatan metode uji cepat pestisida dimana dengan penelitian ini diharapkan akan mendapatkan metode uji cepat pestisida yang mudah dan dapat digunakan dilapangan dalam pengawasan atau kontrol penyalahgunaan pestisida pada produk olahan perikanan. Hasil akhir penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah invesnsi teknologi mudah uji pestisida dalam bentukan sebuah draft patent.

Untuk penelitian tersebut, kami membutuhkan 1-2 orang mahasiswa yang akan kami perbantukan dalam penyelesaian penelitian ini dengan persyaratan bahwa ada kesepakatan dimuka antara pihak universitas dengan BBP4BKP bahwa pada akhir pelaksanaan kerja-sama nantinya DATA DAN INFORMASI YANG DIHASILKAN MENJADI MILIK BBP4BKP.

Untuk mahasiswa atau mahasiswi yang sedang melakukan penelitian akhir dan tertarik untuk mengambil judul terkait penelitiaan kami dapat menghubungi saya di Email: mr.rudiriyanto@gmail.com, r.riyanto76@gmail.com, atau rudi_riyanto@kkp.go.id

-------------------------oOo-------------------------

Rudi Riyanto is a researcher at Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnology (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk Kelautan dan Perikanan/ BBP4BKP) with research focus on food safety in fishery products specifically for chemical food safety. Already resulted several patents related to food safety particularly rapid test (test kit) equipment design.

Phone Number and Email for Contact:
Phone Number 085310135381 or contact me via email at mr.rudiriyanto@gmail.com, r.riyanto76@gmail.com, or rudi_riyanto@kkp.go.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Self Reading 1

Self Reading : Semua cuma TITIPAN, bahkan NYAWA atau HIDUPMU pun cuma sebuah titipan, Jadi... Bijaklah menjadi ORANG YANG DITITIPI (Rudi Riyanto)

Minyak Ikan Berpotensi Membantu Penderita Kanker

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Jurnal Cancer mengungkapkan kemungkinan suplementasi minyak ikan yang kaya omega 3 dalam membantu penderita kanker mengatasi malnutrisi , yang sering terjadi pada saat kemoterapi. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Vera Mazurak, dari Universitas of Alberta Kanada menguji 40 pasien dalam studinya.  Sebanyak 16 pasien menerima suplementasi minyak ikan EPA, dan sisanya memperoleh perlakuan standar (tanpa suplementasi). Pengujian terhadap otot skeletal dan jaringan adipose dilakukan dengan menggunakan gambar CT (Computed Tomography). Pengumpulan sampel darah dan penimbangan berat badan dilakukan selama masa kemoterapi. Dari riset tersebut, pasien yang disuplementasi dengan 2,2 g EPA (Eicosapentanoic Acid) setiap hari, mampu menjaga berat badan, massa otot, dan jaringan adipose selama 10 minggu menjalani kemoterapi.  Sementara itu, pasien yang menerima perlakuan standar –tanpa suplementasi, mengalami penurunan berat badan rat...

Khayalan Semrawut

Ini khayalan orang gila kali... tapi khayalan ini muncul karena Aku tetap ingin biasa saja meski seperti apapun keadaanku nantinya, aku ya seperti ini.... CERITANYA BEGINI.... DI pinggir jalan di Alun-alun Brebes, di pangkalan Tukang Becak, ada beberapa orang sedang ngoblol asik sambil KLEKORAN  di teras trotoar termasuk aku didalamnya dengan kaos oblong putih yang lumayan kucel. Saat asik ngobrol tiba-tiba ada mobil sedan BMW yang lewat langsung menghentikan mobilnya mendadak melihat orang-orang tersebut ngobrol. Kejadian itu sontak membuat tukang becak yang ada dan aku sendiri melihat ke arah mobil tersebut. Dari mobil sedan mewah itu lalu keluar orang yang rapi dan pakai jas berdasi. Dia lalu berjalan ke arahku. Siang pak,"Katanya hormat dan santun. PAra tukang becak yang ada di lokasi bingung menatap kami. "Bapak lagi disini", Katanya sambil menyalamiku penuh hormat. Padahal saat iku aku sedang pakai pakaian kucel dan celana setengan lutut ...